Rabu, 27 Juni 2012

menunggu ajal

pohon yang terluka itu
mencoba untuk tetap berdiri
dalam hembusan angin
diantara kawan-kawannya yang mati
menatap kekosongan di antara ratusan mayat
yang tergeletak tanpa badan

pohon yang terluka itu
mencoba untuk tetap bertahan
walaupun ia mengerti
beberapa hari lagi ia akan mati
menjadi potongan-potongan kecil
yang sudah tidak berarti
bagi bumi ini

ketika telah datang hari
berjalanlah perlahan manusia tak memiliki nurani
mereka dibelenggu dengan gemerlap duniawi
mendekati pohon yang terluka itu
kemudian berkata,
'beri salam kepada pencipta-Mu'


Tidak ada komentar:

Posting Komentar