heading to the sunrise
Kamis, 26 Oktober 2017
Sabtu, 30 September 2017
Rabu, 27 Juni 2012
menunggu ajal
pohon yang terluka itu
mencoba untuk tetap berdiri
dalam hembusan angin
diantara kawan-kawannya yang mati
menatap kekosongan di antara ratusan mayat
yang tergeletak tanpa badan
pohon yang terluka itu
mencoba untuk tetap bertahan
walaupun ia mengerti
beberapa hari lagi ia akan mati
menjadi potongan-potongan kecil
yang sudah tidak berarti
bagi bumi ini
ketika telah datang hari
berjalanlah perlahan manusia tak memiliki nurani
mereka dibelenggu dengan gemerlap duniawi
mendekati pohon yang terluka itu
kemudian berkata,
'beri salam kepada pencipta-Mu'
mencoba untuk tetap berdiri
dalam hembusan angin
diantara kawan-kawannya yang mati
menatap kekosongan di antara ratusan mayat
yang tergeletak tanpa badan
pohon yang terluka itu
mencoba untuk tetap bertahan
walaupun ia mengerti
beberapa hari lagi ia akan mati
menjadi potongan-potongan kecil
yang sudah tidak berarti
bagi bumi ini
ketika telah datang hari
berjalanlah perlahan manusia tak memiliki nurani
mereka dibelenggu dengan gemerlap duniawi
mendekati pohon yang terluka itu
kemudian berkata,
'beri salam kepada pencipta-Mu'
Selasa, 26 Juni 2012
bumi
apakah kau pernah memikirkan.
apa yang kau perbuat terhadap bumimu.
di mana kau perkosa dia.
di mana kau mengambil keperawannya.
apakah kau pernah memikirkan.
apa yang kau lakukan terhadap bumimu.
kau merampoknya tanpa rasa belas kasihan.
kemudian kau mencampakkannya begitu saja.
cobalah kau pikirkan wahai manusia.
apa yang telah kau perbuat terhadap bumimu.
apa yang kau perbuat terhadap bumimu.
di mana kau perkosa dia.
di mana kau mengambil keperawannya.
apakah kau pernah memikirkan.
apa yang kau lakukan terhadap bumimu.
kau merampoknya tanpa rasa belas kasihan.
kemudian kau mencampakkannya begitu saja.
cobalah kau pikirkan wahai manusia.
apa yang telah kau perbuat terhadap bumimu.
gelap
apakah aku perlu,
merasakan teriknya sinar matahari,
menikmati indahnya sinar rembulan.
sedang aku berada di dalam tanah.
merasakan teriknya sinar matahari,
menikmati indahnya sinar rembulan.
sedang aku berada di dalam tanah.
hilang
tak ada lagi kamu disini.
diriku merasa sepi, sendiri.
langitku tak sebiru dahulu.
jalanku kini berbatu.
takkan ada yang indah tanpamu.
kerikil tajam takkan bisa kulewati
tanpa suaramu,
yang selalu membakar semangatku.
apakah aku takkan pernah menemukanmu lagi
apakah dirimu hilang diantara kabut kemurkaan
yang berada di tengah jutaan butir pasir
diriku merasa sepi, sendiri.
langitku tak sebiru dahulu.
jalanku kini berbatu.
takkan ada yang indah tanpamu.
kerikil tajam takkan bisa kulewati
tanpa suaramu,
yang selalu membakar semangatku.
apakah aku takkan pernah menemukanmu lagi
apakah dirimu hilang diantara kabut kemurkaan
yang berada di tengah jutaan butir pasir
Langganan:
Postingan (Atom)